Guna Atasi Masalah Sampah Rumah Tangga, Mahasiswa KKM STAI Sirojul Falah Serahkan Komposter Ember Tumpuk di RW 13 Cijujung

BOGOR, 7 Juni 2026 – Dalam upaya memberikan kontribusi nyata terhadap permasalahan lingkungan di masyarakat, Kelompok 5 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2026 STAI Sirojul Falah Bogor menyalurkan bantuan berupa alat komposter sederhana dengan sistem ember tumpuk kepada warga RW 13, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Penyerahan alat yang berfungsi mengubah sampah dapur menjadi pupuk organik cair (air lindi) ini dilakukan secara simbolis pada hari Jum’at, 5 Juni 2026, bertempat di Sekretariat RW 13.

Alat komposter tersebut diserahkan oleh perwakilan Kelompok 5 KKM, yaitu Bapak Hambali, Bapak Nurwanto, dan Bapak Zidni Ilman. Bantuan diterima langsung secara simbolis oleh Ketua RW 13 Desa Cijujung, Bapak H. Acep, dengan disaksikan oleh jajaran aparat RW serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Alat komposter tersebut diserahkan oleh perwakilan Kelompok 5 KKM, yaitu Bapak Hambali, Bapak Nurwanto, dan Bapak Zidni Ilman. Bantuan diterima langsung secara simbolis oleh Ketua RW 13 Desa Cijujung, Bapak H. Acep, dengan disaksikan oleh jajaran aparat RW serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Solusi Praktis untuk Sampah Domestik

Sistem ember tumpuk dipilih karena efektivitas dan kemudahannya untuk diterapkan di skala rumah tangga. Selain menyerahkan unit komposter, para mahasiswa juga memberikan penjelasan mendalam mengenai fungsi dan tata cara penggunaan alat tersebut.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Kelompok 5 KKM STAI Sirojul Falah juga menyusun dan membagikan modul panduan komposter sebagai bahan bacaan dan petunjuk praktis bagi warga.

“Alat ini kami buat sebagai bentuk kontribusi kami terhadap permasalahan sosial di RW 13, yaitu penanganan sampah rumah tangga. Semoga langkah kecil ini bisa memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat RW 13,” ujar perwakilan Kelompok 5 KKM STAI Sirojul Falah.

Melalui inovasi sederhana ini, diharapkan volume sampah dapur yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dapat berkurang, sekaligus mengubah limbah domestik menjadi produk yang bernilai guna bagi tanaman dan lingkungan sekitar.

KONTAK MEDIA: Kelompok 5 KKM 2026- STAI Sirojul Falah Bogor

Leave a Reply