Edukasi Anti-Bullying Dan Tawuran: Dosen Stai Sirojul Falah Bedah Faktor Psikologi-Ekonomi di SMPN 1 Sukaraja

BOGOR, sifabogor.ac.id – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat, dosen Program Studi Ekonomi Syariah STAI Sirojul Falah (STAISF) Bogor, Bapak Rendra Fahrurrozie, M.E., M.Pd., hadir sebagai pemateri utama dalam seminar edukatif bertajuk “Literasi Pendidikan: Pencegahan Bullying dan Tawuran Antar-Pelajar.”

Acara yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 ini digelar di Ruang Seminar SMPN 1 Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seminar ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) serta perwakilan delegasi siswa kelas 7 dan 8.

Menakar Akar Masalah: Dari Aspek Psikologi hingga Kesenjangan Ekonomi

Meskipun mengusung tema besar Literasi Pendidikan, jalannya diskusi dan tanya jawab mengungkap fakta lapangan yang lebih kompleks. Berdasarkan pengamatan langsung Bapak Rendra Fahrurrozie selama berinteraksi dengan para siswa, fenomena tawuran pelajar sering kali dipicu oleh faktor-faktor non-akademis yang mendalam.

“Dari dinamika diskusi tadi, terungkap bahwa salah satu akar pemicu tawuran adalah adanya rasa iri dan ketidakpuasan dari oknum siswa sekolah lain yang merasa kecewa karena tidak mampu masuk atau bersekolah di SMPN 1 Sukaraja. Kecemburuan sosial inilah yang kemudian bermanifestasi menjadi tindakan kekerasan atau penyerangan fisik di luar sekolah,” ujar Bapak Rendra.

Beliau juga menekankan bahwa faktor ekonomi keluarga serta kondisi psikologis siswa yang melakukan penyerangan turut menjadi variabel krusial yang harus diperhatikan bersama oleh pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar.

Solusi Preventif: Kolaborasi Prestasi dan Pendekatan Spiritual

Melalui seminar ini, siswa SMPN 1 Sukaraja diajak untuk tidak merespons kekerasan dengan kekerasan. Sebaliknya, mereka didorong untuk menjadi agen perdamaian _(peacekeeper)_ dengan merangkul sekolah lain melalui kegiatan positif.

Bapak Rendra menawarkan solusi preventif berupa ajakan kolaborasi eksternal, seperti mengadakan pertandingan olahraga persahabatan, serta forum literasi dan diskusi prestasi akademik dengan sekolah-sekolah di sekitar wilayah Sukaraja.

Nuansa religius yang menyentuh juga mewarnai seminar ini. Untuk memperkuat kecerdasan spiritual siswa, seluruh peserta diajak membaca Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 11 secara klasikal—ayat yang secara tegas melarang tindakan merundung (*bullying*), merendahkan, dan mencela sesama manusia. Pembacaan ayat tersebut dipimpin dengan sangat baik oleh Ketua OSIS SMPN 1 Sukaraja.

Kolaborasi Bersama Mahasiswa KKM 09 Desa Cikeas

Seminar yang dipandu dengan interaktif oleh Kak Nurul ini berjalan sangat hidup dan menarik antusiasme tinggi dari seluruh hadirin. Tak hanya dosen, sinergi akademik juga terlihat dengan hadirnya perwakilan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 09 Desa Cikeas Kec. Sukaraja Kab.Bogor, STAI Sirojul Falah Bogor.

Kak Galuh, salah satu mahasiswa KKM 09, turut naik ke mimbar untuk menyampaikan materi faktual mengenai “Literasi untuk Generasi Cerdas” Ia memaparkan pentingnya generasi muda masa kini memiliki literasi yang kuat agar bijak dalam bertindak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi negatif.

Di akhir acara, perwakilan dari STAI Sirojul Falah Bogor menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak manajemen dan majelis guru SMPN 1 Sukaraja yang telah memberikan izin tempat, memfasilitasi acara, serta memberikan dukungan penuh hingga seminar ini dapat terlaksana dengan sukses dan lancar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang aman, literat, religius, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (RFZ-KKM09)

Leave a Reply