Oleh : Nasehudin
Education is not preparation for life, education is life it self.
- John Dewey –
Apakah anda seorang mahasiswa, dosen, guru, pedagang atau orang biasa sekalipun, ada sebuah skill yang anda butuhkan yaitu skill problem solving, skill untuk memecahkan masalah. Karena apapun profesi kita, umumnya kita selalu menghadapi masalah di dunia ini, ketika kita mempunyai skill ini dengan level yang tinggi, maka kita akan mudah dalam menghadapi masalah-masalah tersebut. Dan dalam dunia pendidikan ada sebuah metode pembelajaran yang menggunakan prinsip problem solving yaitu Problem Based Learning (PBL).
PBL dan Problem Solving
Menurut Dewey (dalam Trianto, 2009:91) belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dan respon, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberikan masukan kepada peserta didik berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik. Jadi PBL dan problem solving adalah dua hal yang saling terkait, karena problem solving adalah jiwa dari PBL.
Lalu apa hubungan PBL dengan dunia realitas, Dewey menekankan bahwa sekolah harus menjadi laboratorium sosial di mana siswa belajar melalui pemecahan masalah nyata yang terjadi di masyarakat, sehingga pembelajaran tidak terpisah dari realitas kehidupan. Sekolah bukan sekadar tempat menumpuk teori, tapi laboratorium kehidupan nyata. Metode pembelajaran yang digunakan di sekolah harus korelatif dengan kehidupan nyata agar siswa tidak hanya pandai di kelas, tetapi juga berdaya dalam masyarakat. Penulis sependapat dengan Dewey bahwa sekolah bukan hanya gudang untuk menumpuk pengetahuan, akan tetapi menjadi laboratium kehidupan nyata. Jadi ada korelasi antara metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah dan kehidupan nyata.
Sebagai seorang guru atau dosen, kita jadikan sekolah menjadi laboratorium problem solving dengan menggunakan metode pembelajaran PBL, sehingga secara bertahap meningkatkan skill problem solving serta saat di dunia nyata kita terapkan skill tersebut, ini terus kita lakukan, hingga skill problem mencapai level maksimum sehingga kita mudah dalam menghadapi masalah di dunia nyata, insya Allah.
Dan sebagai mahasiswa, ketika mengikuti metode PBL ibarat kita sedang digodok di kawah candradimuka sehingga meningkatkan skill problem solving, dan ketika lulus kita siap menghadapi masalah di dunia nyata dan masyarakat. Jadi metode pembelajaran PBL sangat korelatif dengan kehidupan di dunia nyata. Tapi tentu saja setiap metode pembelajaran mempunyai kekurangannya masing-masing.
Selamat menerapkan PBL, selamat meningkatkan skill problem solving, sehingga dalam kehidupan nyata kita bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
Bogor, 25 Juni 2026
