Bogor, 20 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sirojul Falah Bogor secara resmi membuka rangkaian Sidang Munqasyah Tesis Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026 bertempat di Aula STAI Sirojul Falah Bogor.
Kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh pimpinan kampus, dosen Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, tenaga kependidikan, serta para mahasiswa yang akan mengikuti ujian tesis. Suasana acara berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat akademik sebagai bagian dari proses akhir studi mahasiswa pada jenjang magister.
Sidang Munqasyah Tesis merupakan tahapan penting yang harus dilalui mahasiswa sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas hasil penelitian yang telah dilakukan selama menempuh pendidikan pada Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam. Melalui proses ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian, mempertahankan argumentasi ilmiah, serta memperoleh masukan konstruktif dari para dosen penguji guna penyempurnaan karya ilmiah yang dihasilkan.
Dalam sambutannya, pimpinan STAI Sirojul Falah Bogor menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian tesis bukan hanya menjadi proses evaluasi akademik semata, tetapi juga merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan, kemampuan penelitian, serta integritas moral yang tinggi.
“Program Magister Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori dan konsep pendidikan Islam, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” disampaikan dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Pelaksanaan Ujian Tesis Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yaitu pada Senin hingga Kamis, 22–25 Juni 2026. Seluruh peserta akan mengikuti sidang secara terjadwal sesuai ketentuan akademik yang telah ditetapkan oleh program studi.
Adapun dosen penguji yang terlibat dalam pelaksanaan sidang munqasyah merupakan Dosen Tetap Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam STAI Sirojul Falah Bogor, yang memiliki kompetensi dan pengalaman akademik sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Kehadiran para penguji diharapkan mampu memberikan penilaian yang objektif, profesional, dan konstruktif terhadap kualitas penelitian mahasiswa.
Pelaksanaan sidang tesis ini juga menjadi salah satu indikator komitmen STAI Sirojul Falah Bogor dalam menjaga mutu akademik dan kualitas lulusan. Melalui penelitian yang dilakukan mahasiswa, berbagai isu dan tantangan pendidikan Islam kontemporer diharapkan dapat dianalisis secara ilmiah sehingga menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan dunia pendidikan.
Selain sebagai syarat akademik untuk memperoleh gelar Magister Pendidikan Agama Islam (M.Pd.), penyusunan tesis juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan pendidikan di tengah masyarakat.
Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam STAI Sirojul Falah Bogor terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan pascasarjana melalui penguatan budaya akademik, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan sidang munqasyah tesis menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat.
Dengan dimulainya rangkaian Sidang Munqasyah Tesis Tahun Akademik 2025/2026 ini, seluruh sivitas akademika STAI Sirojul Falah Bogor berharap para peserta dapat mengikuti ujian dengan baik, memperoleh hasil yang memuaskan, serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam di Indonesia.
Semoga pelaksanaan Sidang Munqasyah Tesis Tahun Akademik 2025/2026 berjalan lancar dan menghasilkan lulusan Magister Pendidikan Agama Islam yang unggul, islami, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, umat, bangsa, dan negara.
